Install Ulang Proxy Tanpa Menghapus Cache yang sudah tersimpan

Ada kalanya OS Ubuntu Proxy kita mangalami “error” sehingga tidak berjalan dengan normal. Akhirnya setelah  berpikir dan mengambil keputusan untuk menginstall ulang Ubuntu di proxy. Tetapi berpikir lagi… padahal cache nya sudah lumayan banyak… jika di install ulang harus mulai dari awal untuk mengumpulkan cache. Hmmmm… sayang sekali cache yang sudah terkumpul harus di format ulang. Butuh waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan cache lagi… hugghhhh……..

Namun anda jangan khawatir… cache yang sudah tersimpan TIDAK AKAN hilang meski anda install ulang OS Ubuntu anda. Lah.. kok bisa… ???  Hehehe… mari kita belajar lagi dengan kasus ini..

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui sebelum memutuskan untuk menginstall ulang OS proxy Ubuntu :

  1. Pastikan anda ingat dan tau jumlah dan besaran partisi cache serta jenis partisi cache (reinfers atau brtfs)
  2. Mount options (nama mount (biasanya cache) ) jangan sampai berbeda dari yang sebelumnya.
  3. Hati-hati pada menu Format the partition pada saat install ulang.

Ok, mari kita simak bersama-sama……

Pada saat mempartisi hardisk perhatikan baik-baik pada partisi hardisk. Jika anda sudah mempartisi  /boot /root dan swap maka langkah berikutnya adalah partisi cache. Seperti yang sudah di jelaskan di atas, pastikan anda ingat dan tidak merubah besaran partisi cache.. intinya biarkan partisi cache yang sudah anda buat sebelumnya. Dalam kasus ini, kita hanya mengarahkan kembali jenis partisi yang sudah dibuat sebelumnya. sebagai contoh disini penulis menggunakan partisi Brtfs Perhatikan gambar berikut :

gambar di atas adalah hasil dari konfigurasi. ada huruf K yang menandakan bahwa partisi tersebut tidak di format. bandingkan denga baris-baris di atasnya.  Ok sekarang kita lanjut. Perhatikan gambar berikut :

Perhatikan gambar di atas, pada saat anda mengarahkan pada partisi cache (dalam contoh ini adalah partisi cache2), JANGAN merubah besarnya partisi, biarkan apa adanya. Lalu pada menu use as arahkan ke btrfs journaling file system  (HARUS SAMA DENGAN PARTISI use as sebelumnya)

Kemudian pada menu Format the partition=biarkan pada posisi NO, Keep existing data.   Data inilah yang berisi cache sebelumnya. Jika anda format maka akan habis isi cache yang sudah tersimpan. hehehehe ….

Pada menu Mount point arahkan ke noatime dan relatime

Pada menu Mount Options arahkan ke manual dan sesuaikan dengan nama sebelumnya, dalam contoh ini penulus menggunakan nama cache2

Jika selesai arahkan ke Done setting up the partition.

Ulangi dengan cara yang sama untuk partisi cache selanjutnya. Berikut gambar detailnya :

Jika sudah selesai semua lanjutkan seperti biasa.. demikian juga untuk konfigurasi chown dan chmod sama seperti sebelumnya…Ada kalanya OS Ubuntu Proxy kita mangalami “error” sehingga tidak berjalan dengan normal. Akhirnya setelah  berpikir dan mengambil keputusan untuk menginstall ulang Ubuntu di proxy. Tetapi berpikir lagi… padahal cache nya sudah lumayan banyak… jika di install ulang harus mulai dari awal untuk mengumpulkan cache. Hmmmm… sayang sekali cache yang sudah terkumpul harus di format ulang. Butuh waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan cache lagi… hugghhhh……..

Namun anda jangan khawatir… cache yang sudah tersimpan TIDAK AKAN hilang meski anda install ulang OS Ubuntu anda. Lah.. kok bisa… ???  Hehehe… mari kita belajar lagi dengan kasus ini..

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui sebelum memutuskan untuk menginstall ulang OS proxy Ubuntu :

  1. Pastikan anda ingat dan tau jumlah dan besaran partisi cache serta jenis partisi cache (reinfers atau brtfs)
  2. Mount options (nama mount (biasanya cache) ) jangan sampai berbeda dari yang sebelumnya.
  3. Hati-hati pada menu Format the partition pada saat install ulang.

Ok, mari kita simak bersama-sama……

Pada saat mempartisi hardisk perhatikan baik-baik pada partisi hardisk. Jika anda sudah mempartisi  /boot /root dan swap maka langkah berikutnya adalah partisi cache. Seperti yang sudah di jelaskan di atas, pastikan anda ingat dan tidak merubah besaran partisi cache.. intinya biarkan partisi cache yang sudah anda buat sebelumnya. Dalam kasus ini, kita hanya mengarahkan kembali jenis partisi yang sudah dibuat sebelumnya. sebagai contoh disini penulis menggunakan partisi Brtfs Perhatikan gambar berikut :

gambar di atas adalah hasil dari konfigurasi. ada huruf K yang menandakan bahwa partisi tersebut tidak di format. bandingkan denga baris-baris di atasnya.  Ok sekarang kita lanjut. Perhatikan gambar berikut :

Perhatikan gambar di atas, pada saat anda mengarahkan pada partisi cache (dalam contoh ini adalah partisi cache2), JANGAN merubah besarnya partisi, biarkan apa adanya. Lalu pada menu use as arahkan ke btrfs journaling file system  (HARUS SAMA DENGAN PARTISI use as sebelumnya)

Kemudian pada menu Format the partition=biarkan pada posisi NO, Keep existing data.   Data inilah yang berisi cache sebelumnya. Jika anda format maka akan habis isi cache yang sudah tersimpan. hehehehe ….

Pada menu Mount point arahkan ke noatime dan relatime

Pada menu Mount Options arahkan ke manual dan sesuaikan dengan nama sebelumnya, dalam contoh ini penulus menggunakan nama cache2

Jika selesai arahkan ke Done setting up the partition.

Ulangi dengan cara yang sama untuk partisi cache selanjutnya. Berikut gambar detailnya :

Jika sudah selesai semua lanjutkan seperti biasa.. demikian juga untuk konfigurasi chown dan chmod sama seperti sebelumnya…

Komentar anda ???

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s